Bahaya Marah



Apa saja bahaya marah?




Mari diingat kembali seringkah kita marah? Apa yang membuat kita marah?. Terkadang sering kita marah pada hal-hal yang terjadi langsung di lingkungan sekitar seperti sepeda motor atau bus yang saling berlomba-lomba hingga ke badan jalan, suara kelakson yang saling bersahutan dan banyak hal lain yang dapat terjadi di sekitar.
Bukan hanya dari lingkungan langsung, stresor ataupun hal yang menjadi pemicu marah juga dapat terjadi dari dunia maya atau sosial media yang sangat pesat digunakan orang-orang zaman sekarang di mana penggunanya dari semua kalangan seperti anak-anak hingga orang tua sekalipun. Begitu banyak hal yang dapat membuat kita marah, bagaimana kita menyikapinya? Apakah bahaya dari marah yang terlalu berlebihan
Menurut Sutanto (dalam Baqi 2015) pada prinsipnya emosi dasar manusia meliputi takut, marah, sedih dan senang dan malu, rasa bersalah, dan cemas sebagai emosi dasar manusia. Emosi tersebut penting karena sangat berpengaruh tidak hanya pada perilaku saat ini namun juga perilaku dimasa mendatang, terutama emosi negatif. Sedangkan marah sendiri merupakan reaksi terhadap sesuatu hambatan yang menyebabkan gagalnya suatu usaha atau perbuatan. Marah yang timbul seringkali diiringi oleh berbagai ekspresi perilaku.
            Banyak individu sulit megatakan atau mengekspresikan ketika mereka sedang marah, hal tersebut terjadi mungkin karena mereka menganggap lingkungan atau orang di sekitarnya tidak dapat memahami keadaan mereka yang sedang marah tersebut. Banyak orang menganggap bahwa marah merupakan hal yang buruk, padahal marah merupakan perasaan normal yang dialami tiap orang (Baqi, 2015).
            Bagaimanapun itu prasaan marah harus dapat diatasi dengan baik, misalnya kita perlu mencari tahu apa peyebab kita marah agar dapat diatasi dengan baik dan tepat perasaan marah tersebut, karena bila tidak tepat dalam mengatasinya akan menimbulkan beberapa dampak .
Penelitian Cautin dkk (dalam Baqi 2015) terhadap 92 remaja menunjukkan bahwa marah mempunyai peran yang sangat penting bagi timbulnya depresi dan menjadi salah satu faktor yang menyumbangkan risiko bunuh diri bagi remaja. Mereka menggolongkan ekspresi marah yaitu diinternalisasi atau dipendam sendiri dan dieksternalisasi atau diekspresikan pada lingkungannya. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja yang menginternalisasi marahnya mempunyai kecenderungan terhadap depresi, dan terlebih lagi mengarah pada kemungkinan bunuh diri. Sedangkan remaja yang mengekspresikan marahnya secara eksternal maka mempunyai kecenderungan terhadap penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol.
Daftar Pustaka
Baqi, S. Al. (2015). Ekspresi Emosi Marah. Buletin Psikologi Universitas Gadjah Mada, 23(1), 22–30. https://doi.org/10.22146/bpsi.10574


Komentar

  1. Artikel ini memberikan saya informasi baru mengenai bahaya marah, terima kasih kakak informasinya sungguh bermanfaat

    BalasHapus
  2. Ternyata bahaya marah ada yaa .. makasih infonyaa

    BalasHapus
  3. sangat membantu min, terimakasih informasinya :)

    BalasHapus
  4. Waaah jadi takut, harus banyak2 sabar lah yaa min hehe

    BalasHapus
  5. Orang yang suka marah-marah wajib baca nih

    BalasHapus
  6. Sangat membantu saya agar tidak cepat marah:)

    BalasHapus
  7. Wahh menambah wawasan sekali min. Terima kasih

    BalasHapus
  8. baru tau marah juga berbahaya. nice

    BalasHapus
  9. Gak bole sering marah nii..
    Thanks min infonyaa

    BalasHapus
  10. jadi tau sekarang makna marah yg sebenarnya makasi beebb, kusuka musiknyaaaa

    BalasHapus
  11. ayo jgn marah marah~ makasi infonya min

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tingkatkan Kepedulian Pada Lingkungan